Cerita Inspirasi Pahlawan Tsunami Berumur 10 Tahun

Cerita Inspirasi Pahlawan Tsunami Berumur 10 Tahun. Sekecil apapun informasi membuat efek yang berbeda dalam proses penanggulangan sebuah bencana. Ini adalah sebuah kisah inspiratif seorang anak 10 tahun yang berhasil menjadi pahlawan tsunami. Apa sebenarnya yang telah bocah ini lakukan? Yes, nama indahnya adalah Tilly Smith. Dia mungkin bukan dewi penyelamat untuk 200.000 korban tsunami yang melanda 13 negara 2004 lalu, tapi ratusan orang yang merasa tertolong kala itu memang harus sangat berterimakasih padanya.

Desember tahun 2004, seorang murid inggris berusia 10 tahun mengadakan liburan ke  pantai Maikhao Thailand bersama keluarganya. "Tempat itu sudah seperti surga dunia, pasir putih dan hamparan laut dengan paus birunya menjadi panorama yang sangat indah" Ingat Tilly.

Tilly Smith


Singkat cerita, hari itu minggu pagi 26 Desember 2004. Keluarga Tilly pergi berjalan-jalan untuk menikmati indahnya pantai. Di tengah keasyikan mereka, Tilly merasa ada sesuatu yang janggal, sesuatu yang berbeda terjadi dengan air laut hari itu. "Gelombang laut terlihat sangat tinggi juga berbusa, sudah seperti beer yang pertama kali dibuka dari botolnya. arusnya pun tidak tenang. Frekuensi air yang datang ke tepi begitu sering, tak biasa" Katanya.

Dia merasa dejavu, apa yang dia lihat hari itu berasa tak asing di memorinya. Setelah mencoba me-recall otaknya, akhirnya dia ingat. Beberapa minggu sebelumnya, di sekolah ia pernah belajar tentang Tsunami beserta tanda-tandanya. Kabar buruk untuk Tilly sekeluarga juga semua orang yang  berada di pantai hari itu. Karena semua 'tingkah polah' laut saat itu mengarah ke terjadinya tsunami.

Tilly menjadi sangat histeris melihat semua itu. Dia merengek pada kedua orang tuanya untuk secepat mungkin meninggalkan pantai dan kembali ke hotel. "Mama, ombak dan gelembung airnya tidak lazim. Tak akan lama lagi akan terjadi tsunami, ayo cepat kembali ke hotel" teriak Tilly.

Awalnya, orang tua Tilly tidak menghiraukanya dan mungkin menganggap Tilly sedang bercanda. Tapi lama kelamaan orang tuanya sadar Tilly sedang tidak bercanda. Tilly tetap bersikukuh dengan ucapanya "Mama, itu tsunami, ma. Aku masih ingat dengan tanda-tanda tsunami yang aku pelajari di sekolah. Ma, percayalah padaku" rengek Tilly lagi.

Akhirnya Colin Smith, ayah Tilly mengiyakan perkataan anaknya. Mereka memutuskan untuk kembali ke hotel. Tak lupa, ia pun memberitahukan semua itu pada security guard. Sama seperti sebelumnya, awalnya penjaga pantai tidak percaya. "Lihat, mungkin saya dan anak saya terlihat gila dengan ide itu. Tapi, apa yang bisa membuatmu lebih yakin bahwa tak lama lagi tsunami akan datang ke pantai ini" tegas Colin pada penjaga pantai.

Beruntung setelah melalui proses dialog, penjaga pantai setuju dengan apa yang dikatakan Colin dan Tilly. Penjaga pantai memberi warning untuk semua pengunjung agar segera meninggalkan pantai. Peringatan tsunami dikumandangkan secara besar-besaran. Ratusan pengunjung pun akhirnya segera pulang ke hotel. Begitu juga dengan Tilly sekeluarga.

Amazing Tilly, beberapa saat kemudian gelombang tsunami benar-benar terjadi. Gelombang air laut yang tinggi menyapu seluruh kawasan pantai. "Dan hal berikutnya yang aku ingat adalah berteriak, selamatkan anak-anak! sambil melihat ke seisi tepi pantai yang mulai hancur terkena gelombang pasang tsunami" Lanjut Collin. Tilly Smith, seorang bocah menginspirasi kita akan nilai-nilai kepahlawanan. Semenjak kejadian itu, Tilly banyak mendapat apresiasi sosial maupun award khusus dari berbagai kalangan.

Tilly Smith Tsunami Hero

Sebuah fakta yang dramatis, tapi tentu saja penuh dengan hikmah. Sekurang-kurangnya saya bisa tarik 2 point untuk dijadikan pelajaran. Pertama, Knowledge is A Key. Dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki kita bisa menguasai apa saja, salah satunya bisa diaplikasikan untuk membantu sesama. Kedua, selalu berpikir lebih bijak untuk tidak memandang orang sebelah mata. Karena siapa tahu orang yang kita anggap tidak lebih baik dari kita itu  justru jauh lebih benar daripada diri kita sendiri. Correct Me If I'm Wrong, But I Guess I Did'nt Totally Wrong ;) (Via: Abcnews)

0 Komentar:

Poskan Komentar