Dramatisasi Sepakbola

Nonton tayangan sepakbola di televisi lebih mengasyikan ketimbang nonton langsung di lapangan hijau. Suguhan gambar-gambarnya keren. Itu karena dipasang kamera video di sekujur lapangan. Lebih dramatis!
Kenapa orang suka nonton sepakbola semalaman? Padahal, kalo di pikir-pikir jenuh juga nonton olahraga yang satu ini karena waktu pertandingan yang panjang, dan skornya pun kurang lebih paling hanya sampe sepuluh angka. Itu juga jarang . Paling banter cuma 2,3, atau 4 gol dalam waktu 90 menit. Tapi kenapa banyak orang yang suka? Mungkin termasuk agan yang lagi baca thread ini juga nggak kalah doyannya menonton pertandingan sepakbola di TV.


Biasanya nih gan, orang menilai nikmatnya menonton sepakbola dilihat dari golnya yang seru dan dramatis, ada juga yang bilang permainannya yang cantik dan penuh taktik jadi nggak ngeobosenin, kalo buat cewe-cewe yang gibol alias gila bola paling juga karena pemainnya yang ganteng kayak penulis. Hayooo, yang cewe pada angkat tangan ya!
Ada satu yang kelewat dan mungkin nggak pernah kebayang sama kita kalo trik yang satu ini bisa bikin penonton asik dan bertahan pada posisinya untuk menonton pertandingan sepak bola. Yup, kamera video! Kalo kita menyaksikan sepakbola dari TV, kita pasti disajikan visual tidak dengan satu kamera yang monoton. Ada beberapa angle yang disuguhkan dan memang membuat kita lebih dekat dengan pemainnya. So, pada posting saya kali ini saya coba nyuguhin teknologi kamera dalam pertandingan sepakbola dari segi penempatannya, dan juga apa aja yang diperlukan untuk teknologi ini.

 
Camera Corner
Ada beberapa sudut yang diambil kameramen untuk mengambil gambar olahraga sepakbola ini. Memang dalam setiap pertandingan tidak pernah disebutkan sudut kamera mana yang akan digunakan. Tapi dari tampilan di layar TV kamu, bisa ditebak kamera sisi mana yang digunakan. Sudut yang sudah dikenal dan sering digunakan antara lain adalah, Tower, End To End, Sideline, Panoramic, Action, Dynamic End, Swing, dan Tele. Sudut-sudut kamera tersebut sering kali digunakan dalam pelaksanaan pertandingan. Apalagi kalo terjadi gol, hampir setiap sudut dipertontonkan dalam tayangan replay.



Teknologinya nih!
Memang, pemanfaatan kamera dalam pertandingan sepakbola nggak lepas dari teknologi. Yang pasti penggunaan komputer untuk mengatur posisi kamera sangat diperlukan sekali. Setidaknya dalam praktiknya, ada tiga bagian yang memegang peran penting dalam penyiaran pertandingan sepakbola ini. Bagian tersebut adalah kameramen lapangan, control room, dan bagian broadcasting. Ketiga bagian ini saling berkomunikasi agar tayangan pertandingan di televisi terlihat rapi dan tidak terjadi kesalahan.





Kameramen lapangan
Udah pada tahu dong, tugas kameramen adalah men-shoot pertandingan dari awal sampai akhir. Pada pelaksanaannya di sekeliling stadion terdapat beberapa kameramen pada titik-titik tertentu. Setiap kameramen bisa berhubungan dengan seorang pemandu gambar yang berada di control room. Setiap kameramen akan mengambil gambar sesuai permintaan sang pemandu. Misalnya kamera 1 men-shot pelatih dan manajer, kamera 2 men-shoot jalannya pertandingan dari samping, kamera 3 men-shoot pertandingan dari sisi atas (tower), dan seterusnya. Biasanya dalam setiap pertandingan, ada 8 kamera yang terpasang dan ditempatkan pada tempat yang berbeda-beda. Nah, setiap gambar yang diambil kameramen dapat dilihat dan akan diatur di ruang control (control room).



Control Room
Lumayan repot tugas yang dilakukan di ruang kontrol. Makanya dalam ruang kontrol terdapat beberapa bagian yang bertugas mengatur gambar. Jumlah monitor operator sesuai dengan kamera yang terpasang dilapangan. Kemudian bagian lainnya seperti pemberi title, effect, dan transisi gambar, dipegang oleh masing-masing bagian yang sudah ahli. Satu lagi yang memiliki peran paling penting adalah pemandu gambar. Dialah yang memilih gambar dan menentukan mana yang harus ditayangkan, diberi efek, ataupun diberi transisi. Kalo menurut sang pemandu gambar sudah OK, gambar akan dilanjutkan ke bagian broadcasting.



Broadcasting
Tugas bagian broadcasting adalah menyiarkan jalannya pertandingan. Tentunya gambar yang akan disiarkan adalah gambar yang sudah di edit terlebih dahulu di ruang kontrol. Bagian broadcast akan mengirim sinyal ke satelit dan dari satelit dipancarkan lagi ke stasiun televisi yang sudah membayar royalti penyiaran.
Bagian broadcasting juga bertugas merekam hasil gambar ke dalam tape sebagai dokumentasi yang suatu waktu bisa ditayangkan kembali.


Metode baru
Dalam perjalanannya tentu teknologi terus berkembang. Saat ini untuk pengambilan tayangan pertandingan sepakbola sudah mulai menggunakan sistem GPS yang diletakan di bawah lapangan dan dihubungkan ke kamera. Dengan sistem ini, kameramen tidak dilibatkan lagi untuk mengambil gambar. Karena dengan sistem GPS, kamera akan mengikuti kemana pun arah bola. Tetapi tetap saja, untuk control room dan broadcasting-nya tetap manual, yakni menggunakan kemampuan manusia.


Nah, begitu ceritanya supaya tayangan sepakbola lebih dramatis dan enak ditonton. Tentunya biaya yang dikeluarkan untuk teknologi seperti di atas nggak bisa diitung sedolar dua dolar. Apalagi pake rupiah. Tapi nggak mengapa, biar pun kita belum sanggup mengaplikasikan teknologinya, seenggaknya kita tahu teorinya

Kita harus berterima kasih nih sama yg ngerjain itu semua , kalo ga ada mereka . kita mungkin ga bisa nonton tayangan bola senikmat yang ditayangkan di televisi

0 Komentar:

Poskan Komentar